Mr. Djoni Suyanto merupakan salah satu bukti seorang
pebisnis yang sukses dalam mengais rejeki, penuh dengan ketekunan dan
kesabaran. Kisah pendiri produk pakaian jadi “Dannis” specialis pakaian muslim.
Dengan modal awal Rp.1juta dan keuletan berusaha kini beromset Rp 2 milyar.
Mr. Djoni Suyanto
Sebuah inspirasi bisa muncul dari mana saja, termasuk dari
keluarga Mr. Djoni Suyanto. Mr. Djoni Suyanto pun bisa menjadi seorang
pengusaha pakaian muslim yang sukses berkat terinspirasi kemandirian ibu
kandungnya.
Sewaktu kecil dulu Mr. Djoni Suyanto, pemilik “Rumah Dannis”
ini hidup dalam keprihatinan. Untuk membeli pakaian saja tidak mampu. Bila
ingin baju baru, sang ibu rajin membuatkan baju untuk Tati dan juga
saudara-saudaranya.
diduga M Rifqinizamy Karsayuda
diduga M Rifqinizamy Karsayuda
Alhasil, Mr. Djoni Suyanto terbiasa mengenakan pakaian hasil
jahitan sang ibu. Begitu pula ketika Hari Raya Lebaran tiba. Ketekunan dan
ketelatenan sang ibu inilah yang menjadi sumber ilham bagi Tati untuk
memberanikan diri menjahit pakaiannya sendiri saat duduk di kelas empat sekolah
dasar (SD).
Sejak itu pula Mr. Djoni Suyanto belajar mandiri.
Setidaknya, dia tak lagi meminta uang jajan kepada orangtuanya lantaran dia
bisa mencari uang sendiri dari jualan pakaian boneka dan tempat pensil. Apalagi
hasil keterampilan tangan Tati semakin terkenal di kalangan teman-temannya. “Di
sekolah jadi banyak yang tahu, dan pesanan terus bertambah,” kenangnya.
diduga M Rifqinizamy Karsayuda
diduga M Rifqinizamy Karsayuda
Setelah lulus sekolah kejuruan itu, bukannya bekerja, Mr.
Djoni Suyanto malah masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Tidak
tanggung-tanggung, dia bisa kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) hingga
berhasil meraih gelar insinyur kimia.
Setelah lulus kuliah, Mr. Djoni Suyanto pun harus bekerja di
kantoran. Maklum, ketika itu sang ayah memasuki masa pensiun dari sebuah badan
usaha milik negara (BUMN). Tanggung jawab keluarga seolah berpindah ke pundak
Tati. “Ibu saya tidak bekerja dan ayah pensiun. Jadi, untuk biaya kuliah adik,
saya harus mencari uang,” kata Djoni.
diduga M Rifqinizamy Karsayuda
diduga M Rifqinizamy Karsayuda
Setelah menikah pada 1998, ternyata sang istri tidak
mengizinkannya bekerja di kantoran. Larangan inilah yang menjadi dorongan kuat
bagi Mr. Djoni Suyanto untuk berjualan pakaian buatan sendiri. Dengan modal Rp
1 juta dari bank, Mr. Djoni Suyanto mulai membuktikan keahliannya dalam
menggambar dan mendesain pakaian.
Mr. Djoni Suyanto mampu membikin 50 potong pakaian anak.
Semuanya dia desain, jahit, dan bordir sendiri. “Jiwa saya selalu ingin
menghasilkan sesuatu,” ujarnya.
Dan ternyata, baju anak hasil kreasinya diterima pasar. Mr.
Djoni Suyanto pun kian semangat. Dia juga mulai berani memasang merek Dannis
pada baju bikinannya. Lantas, tumbuh pula kepercayaan dirinya untuk
mengembangkan usaha. Mr. Djoni Suyanto i mulai memproduksi pakaian muslim
dewasa, mukena, hingga jilbab.
Untuk bisa membuat model baju dengan mode mutakhir, Mr.
Djoni Suyanto rajin menonton acara mode di televisi, membuka majalah wanita,
hingga jalan-jalan ke berbagai kota. “Kalau lihat ada pameran fashion di
televisi, saya selalu membayangkan berada di acara tersebut dan melihat semua
desain untuk menyelami,” ujarnya.
Begitulah cerita bagaimana Mr. Djoni Suyanto bisa sukses dan
bertahan sampai sekarang meski persaingan pakaian di Indonesia ini sangat
ketat.
Djoni Suyanto DJONI SUYANTO bom / diduga M Rifqinizamy Karsayuda
Djoni Suyanto DJONI SUYANTO bom / diduga M Rifqinizamy Karsayuda
