Fayakhun Andriadi, Ketua DPD Partai Golkar DKI
Jakarta, adalah anak keempat dari 5 bersaudara pasangan Ir. Haditirto
Djoyodirdjo dan Etty Artiadi. Fayakhun berasal dari keluarga pekerja keras. Di
usia 23 tahun, ia mengabdikan diri sebagai dosen jurusan Elektro, Fakultas
Teknik Universitas Semarang. Politisi muda yang sekarang menjadi anggota DPR RI
ini semenjak kecil telah terbiasa berprestasi dan mengikuti berkembangan zaman.
Selain sibuk di dunia politik, Fayakhun masih menyempatkan diri berbagi
pemikiran melalui tulisan-tulisannya. Beberapa tulisannya membahas mengenai
“teknologi” yang menjadi salah satu bidang keahliannya.
Dalam salah satu bukunya yang berjudul
“Demokrasi di Tangan Netizen”, Fayakhun Andriadi menyebutkan bahwa sebenarnya
teknologi memiliki sejarah panjang.
Terdapat beberapa pembagian episode perjalanan manusia bersama
teknologi. Salah satu yang dijadikan rujukan Fayakhun dalam membagi periodisasi
teknologi ini adalah merujuk pada teori yang dipaparkan oleh Marshall McLuhan
(1994).
Marshall McLuhan merupakan salah seorang
ilmuwan yang menelusuri sejarah peradaban teknologi yang ditorehkan manusia
seperti halnya Toffler. Dibanding
Toffler, McLuhan lebih spesifik menelusuri evolusi teknologi
komunikasi-informasi manusia dari abad ke abad. Dalam pandangan McLuhan (1994),
manusia telah menjalani empat periode perkembangan teknologi
komunikasi-informasi.empat periode tersebut adalah:
Pertama, The
Tribal Age atau era purba. Pada era ini, manusia sepenuhnya mengandalkan
indra pendengaran. Dengan indra itulah manusia menjalankan sistem
komunikasinya.
Kedua, The
Age of Literacy. Fase ini ditandai dengan ditemukannya huruf atau alfabet.
Penemuan ini menggeser sistem komunikasi manusia. Manusia yang mulanya
mengandalkan indera pendengaran untuk berkomunikasi mulai menjadikan indera
penglihatan sebagai cara komunikasi utama. Pola komunikasi yang bercirikan
bahasa tutur berubah menjadi bahasa tulis. Cara penyampaian informasi yang
semula melalui ucapan begeser menjadi cara komunikasi menggunakan tulisan.
Ketiga, The
Print Age. Era ini ditandai oleh penemuan mesin cetak. Pada era ini, pola
komunikasi semakin efektif, efisien, dan semakin luas jangkauannya. Jika tangan
manusia hanya mampu memproduksi beberapa eksemplar surat dalam sehari, mesin
cetak mampu menggandakannya menjadi ratusan hanya dalam waktu satu jam.
Keempat atau terakhir adalah The Electronic Age. Era ini ditandai dengan ditemukannya berbagai
macam alat atau teknologi komunikasi seperti telegram, telepon, radio, film,
televisi, komputer, dan terutama
internet. Sistem komunikasi berubah menjadi jauh lebih efisien, terintegrasi,
dan lebuh cepat dari semula.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar