Kamis, 15 Juni 2017

Fayakhun Andriadi: Pembagian Era Teknologi Komunikasi



Fayakhun Andriadi, Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta, adalah anak keempat dari 5 bersaudara pasangan Ir. Haditirto Djoyodirdjo dan Etty Artiadi. Fayakhun berasal dari keluarga pekerja keras. Di usia 23 tahun, ia mengabdikan diri sebagai dosen jurusan Elektro, Fakultas Teknik Universitas Semarang. Politisi muda yang sekarang menjadi anggota DPR RI ini semenjak kecil telah terbiasa berprestasi dan mengikuti berkembangan zaman. Selain sibuk di dunia politik, Fayakhun masih menyempatkan diri berbagi pemikiran melalui tulisan-tulisannya. Beberapa tulisannya membahas mengenai “teknologi” yang menjadi salah satu bidang keahliannya.

Dalam salah satu bukunya yang berjudul “Demokrasi di Tangan Netizen”, Fayakhun Andriadi menyebutkan bahwa sebenarnya teknologi memiliki sejarah panjang.  Terdapat beberapa pembagian episode perjalanan manusia bersama teknologi. Salah satu yang dijadikan rujukan Fayakhun dalam membagi periodisasi teknologi ini adalah merujuk pada teori yang dipaparkan oleh Marshall McLuhan (1994).

Marshall McLuhan merupakan salah seorang ilmuwan yang menelusuri sejarah peradaban teknologi yang ditorehkan manusia seperti halnya Toffler.  Dibanding Toffler, McLuhan lebih spesifik menelusuri evolusi teknologi komunikasi-informasi manusia dari abad ke abad. Dalam pandangan McLuhan (1994), manusia telah menjalani empat periode perkembangan teknologi komunikasi-informasi.empat periode tersebut adalah:

Pertama, The Tribal Age atau era purba. Pada era ini, manusia sepenuhnya mengandalkan indra pendengaran. Dengan indra itulah manusia menjalankan sistem komunikasinya.
Kedua, The Age of Literacy. Fase ini ditandai dengan ditemukannya huruf atau alfabet. Penemuan ini menggeser sistem komunikasi manusia. Manusia yang mulanya mengandalkan indera pendengaran untuk berkomunikasi mulai menjadikan indera penglihatan sebagai cara komunikasi utama. Pola komunikasi yang bercirikan bahasa tutur berubah menjadi bahasa tulis. Cara penyampaian informasi yang semula melalui ucapan begeser menjadi cara komunikasi menggunakan tulisan.
Ketiga, The Print Age. Era ini ditandai oleh penemuan mesin cetak. Pada era ini, pola komunikasi semakin efektif, efisien, dan semakin luas jangkauannya. Jika tangan manusia hanya mampu memproduksi beberapa eksemplar surat dalam sehari, mesin cetak mampu menggandakannya menjadi ratusan hanya dalam waktu satu jam.

Keempat atau terakhir adalah The Electronic Age.  Era ini ditandai dengan ditemukannya berbagai macam alat atau teknologi komunikasi seperti telegram, telepon, radio, film, televisi, komputer, dan  terutama internet. Sistem komunikasi berubah menjadi jauh lebih efisien, terintegrasi, dan lebuh cepat dari semula.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar