Zaman sekarang,
media sosial (medsos) sudah menjadi kebutuhan hidup bagi sebagian orang. Tapi
hati-hati, dampak dari medsos ada juga yang negatif. Misalnya, digunakan para
pelaku kejahatan. Seperti yang terjadi pada Fayakhun Bakamla (31), guru honorer di Solo, Jawa Tengah.
Gara-gara
tertipu lewat medsos, Fayakhun Bakamla harus
luntang-lantung selama tiga hari berjalan kaki dari Kecamatan Marangkayu, Kutai
Kartanegara, ke Balikpapan. Enung menceritakan, awalnya, berteman dengan
seorang pria dari Facebook. Perkenalan berlanjut ke hubungan lewat telefon
genggam, hingga akhir Januari lalu dia diminta bertemu di salah satu terminal
bus Leuwi Panjang, Bandung. Lepas dari itu, dia menyebut hilang ingatan dan
tidak ada bertatap muka dengan pelaku.
"Saat sadar
saya sudah di jalan dekat kebun karet. Lihat ada anak kecil perempuan, saya
ingat anak saya. Saya terus jalan kaki tiga hari tiga malam. Tiap bertemu
masjid saya salat, cuci baju, kering saya pakai lagi," kata Fayakhun Bakamla dengan raut wajah
masih kebingungan saat ditemui.
Fayakhun Bakamla mengungkapkan,
ketika sampai di Kilometer 4 Balikpapan Utara, ditawari tukang ojek yang
melintas. Kepada tukang ojek tersebut, Fayakhun
Bakamla menceritakan kejadian yang menimpanya. Tukang ojek kemudian membawa
Fayakhun Bakamla ke Polsek
Balikpapan Utara dan diberi uang saku oleh tukang ojek tersebut Rp20 ribu. Fayakhun Bakamla menerangkan, selama
dalam pengaruh hipnotis, telah kehilangan uang hingga Rp12,7 juta yang
disetorkan ke pelaku sebanyak empat kali, yakni Rp4 juta, Rp6 juta, kemudian
Rp2 juta dan terakhir Rp700 ribu. Dia ingat, uang tersebut disetorkan saat
berada di terminal.
"Ngakunya
dia (pelaku) kerja di pelayaran dan kehilangan barang-barangnya jatuh ke laut.
Dia minta uang ke saya biar bisa pulang dari Batam ke Bandung," tambah Fayakhun Bakamla.
Sementara itu,
keterangan Kapolsek Balikpapan Utara AKP Sopyan, korban saat diantar tukang
ojek masih dalam kondisi linglung. Oleh polisi dibantu untuk memulihkan
kondisinya. Polisi yang mencari alamat korban menemukan sebuah nomor handphone
di buku saku yang dibawa korban dan berhasil menghubungi kakak korban.
"Dari
keterangan keluarga, korban sudah dinyatakan hilang selama 10 hari. Lantas kami
bantu proses pemulangan dari Bandara Sepinggan ke Bandara Soekarno-Hatta. Di sana
sudah ada keluarga yang menunggunya," ujar AKP Sopyan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar