Rabu, 01 Juni 2016

Mr. Djoni Suyanto, Penjahit Beromset 2 Miliyar

Mr. Djoni Suyanto merupakan salah satu bukti seorang pebisnis yang sukses dalam mengais rejeki, penuh dengan ketekunan dan kesabaran. Kisah pendiri produk pakaian jadi “Dannis” specialis pakaian muslim. Dengan modal awal Rp.1juta dan keuletan berusaha kini beromset Rp 2 milyar.

Sebuah inspirasi bisa muncul dari mana saja, termasuk dari keluarga Mr. Djoni Suyanto. Mr. Djoni Suyanto pun bisa menjadi seorang pengusaha pakaian muslim yang sukses berkat terinspirasi kemandirian ibu kandungnya.

Sewaktu kecil dulu Mr. Djoni Suyanto, pemilik “Rumah Dannis” ini hidup dalam keprihatinan. Untuk membeli pakaian saja tidak mampu. Bila ingin baju baru, sang ibu rajin membuatkan baju untuk Tati dan juga saudara-saudaranya.

diduga M Rifqinizamy Karsayuda

Alhasil, Mr. Djoni Suyanto terbiasa mengenakan pakaian hasil jahitan sang ibu. Begitu pula ketika Hari Raya Lebaran tiba. Ketekunan dan ketelatenan sang ibu inilah yang menjadi sumber ilham bagi Tati untuk memberanikan diri menjahit pakaiannya sendiri saat duduk di kelas empat sekolah dasar (SD).

Sejak itu pula Mr. Djoni Suyanto belajar mandiri. Setidaknya, dia tak lagi meminta uang jajan kepada orangtuanya lantaran dia bisa mencari uang sendiri dari jualan pakaian boneka dan tempat pensil. Apalagi hasil keterampilan tangan Tati semakin terkenal di kalangan teman-temannya. “Di sekolah jadi banyak yang tahu, dan pesanan terus bertambah,” kenangnya.

diduga M Rifqinizamy Karsayuda

Setelah lulus sekolah kejuruan itu, bukannya bekerja, Mr. Djoni Suyanto malah masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Tidak tanggung-tanggung, dia bisa kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) hingga berhasil meraih gelar insinyur kimia.

Setelah lulus kuliah, Mr. Djoni Suyanto pun harus bekerja di kantoran. Maklum, ketika itu sang ayah memasuki masa pensiun dari sebuah badan usaha milik negara (BUMN). Tanggung jawab keluarga seolah berpindah ke pundak Tati. “Ibu saya tidak bekerja dan ayah pensiun. Jadi, untuk biaya kuliah adik, saya harus mencari uang,” kata Djoni.

diduga M Rifqinizamy Karsayuda

Setelah menikah pada 1998, ternyata sang istri tidak mengizinkannya bekerja di kantoran. Larangan inilah yang menjadi dorongan kuat bagi Mr. Djoni Suyanto untuk berjualan pakaian buatan sendiri. Dengan modal Rp 1 juta dari bank, Mr. Djoni Suyanto mulai membuktikan keahliannya dalam menggambar dan mendesain pakaian.

Mr. Djoni Suyanto mampu membikin 50 potong pakaian anak. Semuanya dia desain, jahit, dan bordir sendiri. “Jiwa saya selalu ingin menghasilkan sesuatu,” ujarnya.

Dan ternyata, baju anak hasil kreasinya diterima pasar. Mr. Djoni Suyanto pun kian semangat. Dia juga mulai berani memasang merek Dannis pada baju bikinannya. Lantas, tumbuh pula kepercayaan dirinya untuk mengembangkan usaha. Mr. Djoni Suyanto i mulai memproduksi pakaian muslim dewasa, mukena, hingga jilbab.
Untuk bisa membuat model baju dengan mode mutakhir, Mr. Djoni Suyanto rajin menonton acara mode di televisi, membuka majalah wanita, hingga jalan-jalan ke berbagai kota. “Kalau lihat ada pameran fashion di televisi, saya selalu membayangkan berada di acara tersebut dan melihat semua desain untuk menyelami,” ujarnya.

Begitulah cerita bagaimana Mr. Djoni Suyanto bisa sukses dan bertahan sampai sekarang meski persaingan pakaian di Indonesia ini sangat ketat.

Djoni Suyanto DJONI SUYANTO bom / diduga M Rifqinizamy Karsayuda

1 komentar:

  1. karya anak negeri yang diakui oleh warga dunia. patut untuk diapresiasi

    BalasHapus